Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kubu Raya melaksanakan Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pendekatan Pembelajaran Mendalam pada Selasa (23/9/2025). Kegiatan yang berlangsung di RA Al Muhajirin, Rasau Jaya ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, pengawas, dan guru Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Kubu Raya.
Acara tersebut menghadirkan Kepala Kemenag Kubu Raya, Ekhsan, didampingi oleh Kasi Pendis Sumargi, Pengawas Madrasah Rusnila, serta Kabid PAUD Dinas Pendidikan (Diknas) Asmil Ratna. Turut hadir pula perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kubu Raya dan pemateri utama, Wafida.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada guru RA tentang arah kebijakan pendidikan yang menekankan nilai cinta, kepedulian, dan kebersamaan. Melalui KBC, diharapkan program RA dapat selaras dengan visi Kementerian Agama sekaligus mendorong guru untuk menanamkan karakter mulia dalam setiap proses pembelajaran.
Pengawas RA, Rusnila, dalam paparannya menyampaikan komitmen untuk mendukung implementasi pendekatan pembelajaran mendalam. Sebagai bentuk dukungan, DWP Kemenag Kubu Raya akan mengadakan lomba media pembelajaran bagi guru RA dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-80. “Diharapkan dengan ini, Kankemenag Kubu Raya dapat menjadi pelopor dan pendorong kemajuan umat,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid PAUD Diknas, Asmil Ratna, menyoroti pentingnya kolaborasi. Ia mengingatkan bahwa program wajib belajar sekarang mencakup 13 tahun, dimulai dari RA, MI, MTs, hingga MA. Beberapa program Kemendikbudristek yang akan dikolaborasikan dengan Kemenag untuk guru RA antara lain Gebyar PAUD/RA, serta pemberian Bantuan Subsidi Umum (BSU) dan/atau insentif bagi guru RA berstatus Non-ASN. “Semoga dengan menjadi guru, kita bisa memberikan manfaat yang lebih besar untuk masyarakat,” pungkas Asmil.
Kepala Kemenag Kubu Raya, Ekhsan, menekankan peran strategis RA sebagai fondasi pendidikan karakter. “RA merupakan pendidikan karakter paling awal untuk membentuk karakter anak berakhlak karimah. Guru harus mendidik dengan tutur sopan santun karena siswa RA berada di usia emas, di mana semua perkataan dan perbuatan akan melekat hingga dewasa,” tegas Ekhsan.
Ekhsan juga menyampaikan motivasi spiritual bagi para pendidik. Ia menyebut bahwa hasil didikan guru RA yang ikhlas dan serius akan melahirkan generasi hebat dan berprestasi. “Mendidik merupakan amal jariyah yang akan menyelamatkan diri di alam kubur,” tutupnya, mengingatkan akan keutamaan profesi guru.











