HeadlineNews

Gubernur Kalbar Tinjau Karhutla Kubu Raya, Fasilitas Kesehatan Disiagakan 24 Jam

KALBAR PUSARAN ONLINE-Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bergerak cepat menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda wilayah lahan gambut di Sekunder C, Wonodadi, Kabupaten Kubu Raya. Meninjau langsung kondisi lapangan, Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., bersama Wakil Bupati Kubu Raya, H.

Sukiryanto, S.Ag., turut menyerahkan bantuan logistik dan air bersih layak minum guna menunjang operasional tim pemadam, Manggala Agni, serta para relawan.

Langkah antisipatif di sektor kesehatan juga menjadi fokus utama pemerintah di tengah ancaman kabut asap. Gubernur menegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan, baik Rumah Sakit maupun Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), telah disiagakan beroperasi selama 24 jam penuh untuk menampung dan menangani masyarakat yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Berdasarkan hasil tinjauan lapangan di area lahan gambut Sekunder C, kawasan Wonodadi yang letaknya tidak jauh dari area bandara, diketahui bahwa api merembet dari kawasan Sekunder B dan melahap kebun serta lahan kosong milik masyarakat.

Selain operasi darat dan udara, pemerintah juga mempersiapkan penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca dengan menaburkan garam (NaCl) pada bibit awan potensial. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi curah hujan diharapkan akan terjadi pada rentang tanggal 3 hingga 9.

“Saya mengimbau kepada masyarakat yang memiliki lahan kosong, baik pertanian maupun perkebunan, supaya tidak membakar mulai saat ini. Kasihan, gara-gara satu orang membakar, ribuan orang menjadi korban asap dan penerbangan yang tidak jauh dari bandara ini terganggu,” ujar Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., saat meninjau langsung lokasi Karhutla di Wonodadi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak saling menyalahkan, melainkan bersinergi mengatasi masalah karhutla ini bersama-sama. Masyarakat juga diimbau untuk turut mendoakan turunnya hujan, mengingat jumlah titik api dapat kembali meningkat secara fluktuatif akibat hembusan angin serta oknum yang masih sengaja membakar lahan di musim kemarau.***

Related Posts

1 of 34